Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

SAJAK DARIMU UNTUKKU UNTUKMU

SAJAK DARIMU UNTUKKU UNTUKM Rfs_ 19.45/11/25/2024 | Gu,,,,,,, Ada yang ingin kusampaikan kepadamu Tentang kehausan luhur yang bercokol di kepalaku Tapi aku tak mampu, Sebab di sana seperti tak terjamah oleh waktu.   Gu,,,,,,, Kau bayangan yang membalak habis gelap itu Untuk apa? Katamu mencari Ru,   Ohh,,, GURU? Sepertinya kau ingin menjajakan pengalamanmu, Bolehka saya memilikinya sebagian? Sebab aku ingin menjamah bagian luar dunia ini Tapi aku tak mampu menembus langit dengan mata Lalu kau memberikanku pelita Tanpa tanda jasa   Sungguh, kau mengorbankan waktu Tak terbalas dengan secabik emas berlian Sungguh, kau pejuang bangsa Tanpa lelah tanpa penghargaan   Terimakasih budi pekerti yang baik Digugu lan ditiru lah kau Terimalah bintang dari tangan menjerembah langit Di gugusan asa yang ku petik darimu, untukku, dan untukmu.

SUARA RAUT WAJAH

SUARA RAUT WAJAH Rfs_ 20.44/11/24/2024 |  Di bawah atap metal berpasir Ia mendongak sepiak tanya Di antara suara suara desir Ia mengadu kepada cuaca Semilir angin rayu berbisik Ia menjelma kata romantis Seraya tangan meraba larik Ia mendesah begitu liris

BALADA ANAK SENI KAMPUS ORANGE

BALADA ANAK SENI KAMPUS ORANGE Rfs_ 14.04/11/24/2024 |  Aku ingin  bercerita tentang rupa yang berdiri menjadi patung, gerakan yang berirama menjadi tari, dan suara yang diiringi menjadi lagu. Aku ingi bercerita bagaimana ramada yang menjadi ceruk untuk temu, pos satpam yang menjadi sarana untuk merayu, dan baruga yang menjadi bekas untuk beradu. Aku ingin bercerita seperti pujangga yang mencari insan menjadikannya sajak,  koreografer yang membelai daksa menjadikannya gerakan, dan sutradara yang bersenggama menjadikannya adegan. Aku ingin bercerita dengan rupa yang paling kuat adalah diri sendiri, gerakan yang anindita adalah hati nurani, dan suara yang paling angggara adalah suara anak seni.

SEBAB AKU PEREMPUAN

SEBAB AKU PEREMPUAN Rfs_ 13.59/11/21/2024 |  Jangan menanyakan perihal rasa, Sebab aku bukanlah minuman yang sering engkau cicipi. Jangan menanyakan perihal cinta, Sebab aku seonggok nafsu yang tak bisa kau nikmati.   Jangan bertanya lagi, sebab aku perempuan yang tak bisa kau telanjangi. Tolong jangan bertanya lagi, Sebab aku adalah kepuasan yang tak bisa kau miliki.

IZINKAN AKU MENJADI PUITIS

IZINKAN AKU MENJADI PUITIS Rfs_ 10.30/11/21/2024 |  Di sini, duduk seperti melihat namun berfikir bukan juga menghayal.   Kau nampak dalam penglihatan tepi, kupecahkan jadi ribuan kata, kupilah dengan nada,  dan kuhamburkan di atas meja yang menghantam isi kepala.   Di sini, Kita disandingkan oleh purnama, Dikala bumi diantara bulan dan matahari, Menemui cahaya memenuhi ceruk tepat di wajahmu.   Kau sekilas yang tinggal berlama-lama, Kuisi puisi yang bermukim dihamparan perasaan, Kurayu dengan lamunan, Dan kubasuh malam dengan dama yang menjadikanmu abadi dalam lembaran.

SENI MENCINTAI DIRI SENDIRI

SENI MENCINTAI DIRI SENDIRI Rfs_ 02.40/11/21/2024 |   A ku mencintai diriku. Terlalu kalis untuk seracik kalbu yang terdayuh menjadikannya sepai Terlalu derana untuk selaksa renjana yang merapuh menjadikannya sepi Terlalu sahaja untuk mega redum yang  tandang menjadikannya tita. Aku mencintai diriku. Terlalu alap untuk aram temaram yang dijatuhi malam menjadikannya karam Terlalu nirmala untuk bawana yang halai-balai menjadikannya kelabu   Aku mencinai diriku. Terlalu aksa untuk menjerembah cakrawala yang begitu jejal menjadikannya rinai.  Biarlah aku mencintai diriku.

NESTAPA DI PALUNG MARIANA

NESTAPA DI PALUNG MARIANA Rfs_ 14.20/11/20/2024 |  Aku sedang berjalan bersamaku. Dalam serayu dan senja temaram ini, membacang   fikiran dan kata kata hati menjadi padika. Sayangnya aku terlalu jenardana untuk nestapa yang ingin kujabarkan.   Aku sedang berjalan bersamaku. Dalam akara dan diantara daun gugur ini, berdiam untuk ketenangan namun senandika yang semakin berisik. Kubiarkan kampa itu keluar dari palung mariana, kemudian   memenuhi rongga mulutku yang begitu padmarini.   Bagaikan serendipiti. Menyakitkan ataupun tidak, aku tetap menikmatinya.

LOKOMOTOR PERASAAN

LOKOMOTOR PERASAAN Rfs_ 02.50/11/20/2024  | Disebuah kisah, seseorang yang merangkak dari buana.  Belajar berjalan, hanya mencari tanpa tujuan. Saban waktu, ia membancang diri untuk sengsara, kemudina berlari meninggalkan ambu disepanjang jalan.   ayar keringat,  akan baka dalam tinta,  datang pula serayu. Menjerembah yang memilih di bawah gelapnya awan, memati rasakan daksa, lalu menikmati rintik lara.   Sudahlah, ia akan lahir. Anak dara yang penuh afsun. Nabastala yang banyak harapan, akan mega menyiapkan hujan nan sempena.   Berjuang kadang lelah saat merangkak,  namun ia memilih untuk berjalan, hingga suar yang mengenyangkan, akan usaha menemukan cahaya.   Ia pun mahir, kemudian lari meninggalkan luka.

HUJAN DI AKHIR JANUARI

HUJAN DI AKHIR JANUARI Rfs_ 01.11/11/20/2024 |  Saat memandangi indahnya awan bergerak, a da sentuhan angin yang menyapa dan menyapu bersih air mataku hingga kering.   Hanya menitipkan sedikit pesan rindu untuk Ibu, Yang bagai awan putih menampung banyak dahaga.   Berubah menjadi abu-abu, menemani sunyi yang bersuara tangis Dan lebih berisik dari air hujan yang mulai berjatuhan.   Karena setiap hari adalah kemungkinan terakhir kali kita bertemu, Maka rindu kulampiaskan air mata untuk Ibu.  

KERTAS PUTIH

KERTAS PUTIH Rfs_01.07/11/20/2024  | Sepanjang perjalanan menuju rumah, Aku duduk tepat disamping kananmu.   Begitu dingin angina yang dihangatkan oleh sentuhan jemarimu. Begitu nyaman sandaran di bahumu. Begitu indah pemandangan tepat di matamu.   Sepanjang perjalanan menuju rumah, Aku berusaha merangkai semua kalimat ini.   Mengabadikanmu untuk abadi di sini. Merayakanmu untuk dikenang di sini. Memandangimu untuk selamanya di sini.   Sepanjang perjalanan menuju rumah, Akhirnya aku menemukan cinta sejatiku, Dan namamu adalah IBU.

AKHIRNYA

AKHIRNYA Rfs_ 12.25/11/20/2024 |  Aku memamerkanmu kepada makhluk Tuhan di bumi.  Tak takut menyombongkan hal itu  agar tak ada yang lupa, b ahwa kau salah seorang yang kutemukan keindahan di matanya. Aku menggenggam tanganmu di keramaian, agar tak satupun makhluk yang berani menggodamu.   Biarlah matahari menerangi bumi saat waktunya, berartikan waktu adalah aku untuk membahagiakanmu, dan jangan khawatirkan malam, disitulah kita saling merindu.

LAJU-IMAJI

  LAJU-IMAJI Rfs_ 12.20/11/20/2024 |  Bertumpuk kertas diatas meja, bertuliskan kata dari rasa. H ati yang patah, atau penyemangat yang pernah ada itu tertera di dalamnya.   Imajinasiku terus bekerja dengan waktu dan malam, Hingga keadaan sunyi membuatku gila berbicara dengan b ayangan tak bersuara.   Aku yang diperbudak oleh cinta pembodohan Menjadikannya Tuhan dalam perasaan.   Rasa cinta tanpa tahu untuk menolak. Terus saja memaksa untuk berkata, aku mencintaimu.

AKULAH YANG SEBENAR-BENARNYA

  AKULAH YANG SEBENAR-BENARNYA Rfs_ 12.11/11/20/2024 |  Sekarang aku hanya menjagamu berjarak jauh.  Dengan wajah yang sangat sombongnya, terbuang,  Pura-pura tak peduli.  Padahal sesekali mata ini mencari.   Walaupun kau tak tahu, akupun tak ingin kau tahu Bahwa kenyataanya tak seperti tawa yang sesekali sengaja  kupertontonkan di hadapanmu.   Sungguh takdir yang benar-benar membuatku menjadi, Siapa akau ini? Yahhh! Aku adalah sosok manusia yang tangguh.   Saat soreku bersama sahabat, dan lemah saat kau rampas malamku dengan rindu.

MONOKROM

Gambar
  MONOKROM Rfs_ 12.00/11/20/2024 |  Saat candramawa itu abu-abu,      a ku hanya memiliki 2 warna.   Tentu itu adalah kegemaranku, y ang baswara begitu indah,    s elalu mengabadikan gambar yang jejal.   Gulita itupun seperti roda kehidupan.                kelabu,                      l alu kuberi sedikit warna dari gamang yang hampir pudar.   Genta dengan suara yang nyaring,              m enjerembah saat kirana itu mulai hilang.   Kita bisa bersembunyi dari baju yang kusam serta mata yang berair.  Seperti harsa yang hirap,    lalu ditenggelamkan oleh ina yang datang kembali.

SAMPAI DIBATAS RAHARA

Gambar
  SAMAPAI DIBATAS RAHARA Rfs_ 11.40/11/19/2024 |  Aku menutup mata dan melihatmu tandang memenuhi nabastala Bersama tidurku, air Tuhan pun jatuh membasahi bumi. Kita sahaja, diberi ketenangan sampai ina itu datang memberikan kirana Terbitlah bagaskara yang indah ini. Akan menyambutmu, menyapamu, dan memberimu kampah secarik pesan y ang disana kau snagatlah kamah.   Lembayung memberikanmu isyarat, jangan takut tergamang. Aku ada, di saban hari kau butuhkan Untukmu, akan selalu ada tangan untuk menyempurnakan pelukanmu, Akan selalu ada bahu untuk menenangkan sandaranmu, Akan selalu ada senyuman untuk kenyamanan hatimu.   Pair jantungku, kau terlalu dahayu untuk orang sepertiku, Terlalu alap untuk diriku, terlalu nayaniku untukku, tanpa afsun untuk sedikitpun kau agah   Tapi aku tetap suar untuk memiliki satu diantara beribu lintang di bagaskara.  Namun,  Bolehkah saya mengisi lakuna hatimu? Menjadikanmu renjana paling an...

AKU SUKA SETENGAH LIMA

AKU SUKA SETENGAH LIMA Rfs_ 10.40/11/19/2024 |  Saat ceruk kumuh yang mulai sepi, Aku memandangimu bersama senja melalui jendela kosong itu. Dersik yang sedikit berisik tak mengalihkan sedikitpun pandanganku.  Aku jatuh cinta kepada senja dan kau.   Aku mencium hidu yang tenang saat angin itu melewatimu Kau pilon, biarlah mencintaimu itu menjadi tugasku. Aku lunglai melihat matamu, selalu renjana saat kau hilang Hingga kau risakkan aku.   Visusku menikam sudut pandang yang menemui kau Sajak rimpuh yang bertuliskan tentangmu memenuhi kertasku Kau kuabadikan dalam setiap kalimatku, Kau abadi dalam karyaku.